jalan yang disusun di pinggir bukit
by gypsyghie
Dear Angga,
saya suka tulisanmu
mungkinkah sudah saat nya merubah diri? menanggalkan kebiasaan buruk dan menancapkan terus dalam-dalam sebuah prinsip yang dipercayai, mungkinkah sudah saatnya berani mengepakan tangan di jalur yang disusun seperti membuka jalan di pinggir bukit. Jalur yang sudah dipilih dan sesuai dengan siapa kita ini? dan darimana kita berasal?
Tak sekedar selalu melakukan hal yang aneh menurut orang, tapi lebih kepada kepercayaan diri tentang sebuah ekspresi apa yang akan kita lakukan dan dampaknya.
Tak melupakan kehati-hatian dan pemikiran panjang.
Sudah saatnya melihat dan mencari siapa yang akan menemani tukar pikiran dan melakukan hal yang kita percayai bersama-sama. Agar di suatu pagi ada yang membangunkan dari tidur dan memberi sebekal sarapan. Diingatkan pada jam-jam yang disebutnya waktu sholat, kita sadar bahwa harus kembali dalam-Nya, dalam kepercayaan yang diajarkan Ibu kita yaitu Ibadah Sholat lima waktu dan perihal-perihal kebaikan agama yang kita yakini.
Angga Wijaya

